Back

Ada Budaya Performatif dalam Industri Lebaran yang Jerat Kelas Menengah

Sudah jadi rahasia umum, tiap momen Lebaran, beban konsumsi pada masyarakat kelas menengah dengan payroll naik drastis. Meski kas di rekening sempat terasa menggendut, berkat Tunjangan Hari Raya (THR) perlahan uang itu menguap dengan cepat. Sering kali, apa yang dibelanjakan tidak sesuai rencana cash flow.

Peran kepentingan ekonomi besar menyusup lewat fenomena mudik dan belanja sporadis menjelang Lebaran. Ia tidak hadir sebagai sesuatu yang terasa memaksa, melainkan sebagai kebiasaan yang terus diulang dan akhirnya dianggap normal. Setiap keluarga seolah terdorong untuk mengikuti ritme konsumsi yang sama setiap tahunnya.

Sebagai ibu-ibu yang setiap tahun semakin dipusingkan oleh alur kas menjelang Lebaran, pengalaman ini terasa sangat riil. Ada rasa cemas yang muncul, bahkan sebelum hari raya tiba. Dari situ, muncul kebutuhan untuk mengaji ulang makna Lebaran dan kebiasaan konsumsi yang selama ini dijalani tanpa banyak dipertanyakan.

Baca selengkapnya https://magdalene.co/story/budaya-performatif-lebaran/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *