Sejak pertama kali tayang tahun 2016, Stranger Things sering dianggap sebagai serial nostalgia. Sepeda BMX, walkie-talkie, musik analog, hingga horor ala film 80-an menjadi latar yang memancing kenangan. Tapi bagi saya, serial ini lebih dari sekadar romantika masa lalu. Ia adalah ruang menonton bersama antara saya dan anak perempuan saya yang masih ABG.
Awalnya, tentu saja, ada alasan klasik orang tua “untuk mendampingi anak menonton.” Tapi alasan itu sepertinya agak mengada-ada, karena sejak awal menonton, saya yang malah jatuh cinta. Saya duduk betah, ikut tegang, penasaran, dan diam-diam menunggu episode berikutnya. Paling “nerd” adalah ketika saya mulai mengoleksi barang-barang bertema Eleven, Hawkins, dan Upside Down.
Selengkapnya https://magdalene.co/story/stranger-things-perempuan-penyelamat/